Receive up-to-the-minute news updates on the hottest topics with NewsHub. Install now.

Waduh! China Ngeluh Kesulitan Masukkan Tenaga Kerja ke Indonesia

17 Juli 2017 5:08
5 0
Waduh! China Ngeluh Kesulitan Masukkan Tenaga Kerja ke Indonesia

JAKARTA - Kedutaan Besar China untuk Indonesia dan China Chamber of Commerce In Indonesia hari ini menyelenggarakan seminar terkait kebijakan dan prosedur penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia. Seminar ini dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan dari Kedutaan Besar China untuk Indonesia Wang Li Ping. Selain itu, turut pula hadir Deputi Kerjasama Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman.

Pada kesempatan ini, Wang Li Ping mengatakan bahwa hubungan bilateral antara China dan Indonesia terus meningkat dari sisi investasi. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai investasi China di Indonesia.

"Pertama dari segi investasi, tenaga kerja kita termasuk banyak. Kuartal I nilai investasi China pada urutan ketiga. Hanya kalah dari Singapura dan Jepang," kata Wang Li Ping di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Hanya saja, China mengeluhkan sulitnya perusahaan asal China untuk mengirimkan tenaga kerja asing ke Indonesia. Hal ini pun telah menjadi salah satu fokus bagi kedua negara terkait kebutuhan sumber daya manusia untuk investasi.

"Hubungan bilateral dengan China sangat pesat. Salah satu masalah adalah perusahaan asal China sulit untuk mendapatkan izin kerja asing. Mei lalu instansi kita telah secara aktif membahas hal ini," ujarnya.

Untuk itu, persoalan izin tenaga kerja asing asal China ini diharapkan dapat menjadi perhatian utama bagi Indonesia. Sebab, China membutuhkan tenaga ahli asing yang perlu didatangkan untuk menggarap beberapa proyek di Indonesia.

"Dari segi keterbukaan dan reformasi, kita harus pandang tenaga kerja asing sesuai perkembangan internasional," tuturnya.

Baca juga: Mantap! Investasi Meningkat Bikin Sebaran Serapan Tenaga Kerja Meluas ke Luar Jawa

Sumber: economy.okezone.com

Berbagi di jaringan sosial:

Komentar - 0