Receive up-to-the-minute news updates on the hottest topics with NewsHub. Install now.

Pemerintah Hapus 1.285 Konten Radikal di Media Sosial

17 Mei 2018 7:56
3 0
Pemerintah Hapus 1.285 Konten Radikal di Media Sosial

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) gencar patroli konten daring dan media sosial (medsos) sejak aksi terorisme terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Dari hasil patroli itui Kemenkominfo telah men-take down atau menghapus 1.285 konten radikal dan yang terkait dengan terorisme.

“Dari hari Minggu sejak aksi teroris di Surabaya, sudah ada 1.285 konten yang kami take down,” ungkap tenaga ahli Kemenkominfo Donny Budi Utoyo dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema “Cegah dan Perangi Aksi Terorisme” di Kantor Kemenkominfo, Jakarta.

Dari ribuan konten itu, sebanyak 22 konten tersebar melalui situs, forum, dan file sharing. Kemudian sebanyak 562 konten ada di akun Facebook dan Instagram, 301 konten di YouTube dan G-drive, 287konten di Telegram, serta 113 konten ada di Twitter.

Penghapusan konten tersebut, menurut Donny, sebagai upaya mencegah berkembangnya ideologi terorisme di medsos. Sebab banyak pelaku terorisme saat ini terpapar ideologi radikal akibat konten di medsos dan aplikasi percakapan.

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Solahudin, hampir 85% dari narapidana terorisme terpapar paham radikalisme melalui medsos dan aplikasi percakapan.

“Sementara saat ini terdapat 143,26 juta pengguna internet di Indonesia. Mereka ini berpotensi terpapar radikalisme di medsos,” ungkapnya.

Kemenkominfo, lanjut Donny, juga sudah bekerja sama dengan platform-platform untuk melakukan patroli konten yang mengandung terorisme dan radikalisme. Kemenkominfo juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga seperti Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Kemenko Polhukam), Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan komunitas medsos untuk memantau pergerakan kontenkonten di internet.

Sumber: techno.okezone.com

Berbagi di jaringan sosial:

Komentar - 0