Wapres JK: Setiap Mudik Kita Selalu Dag Dig Dug

08 Mei 2018 4:17

152 0

Wapres JK: Setiap Mudik Kita Selalu Dag Dig Dug

JAKARTA - Mudik menjadi agenda tahunan masyarakat Indonesia menjelang perayaan hari raya Idul Fitri. Ritual ini selalu menjadi perhatian, bahkan momok menakutkan bagi pemerintah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui, dirinya selalu memperhatikan kemungkinan apa saja yang akan terjadi pada musim mudik. Banyak hal-hal yang menjadi fokus pada mudik, mulai dari kelancaran perjalanan sampai bagaimana meminimalisir tingkat kecelakaan saat mudik.

Dia melanjutkan, mudik sebenarnya bukan hanya menjadi ritual di Indonesia. Negara lain seperti China, Amerika Serikat dan Eropa juga melakukan mudik. China misalnya, saat perayaan hari raya Imlek, seluruh masyarakat melakukan mudik. Di sana pabrik bisa tutup 10 hari. Begitu juga di Eropa, saat Natal semua mudik.

Jawa Tengah menjadi titik utama dan perhatian pemerintah saat arus mudik, tak terkucuali oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pasalnya, provinsi ini menjadi tujuan semua perjalanan sebelum akhirnya terpisah menuju masing-masing wilayah Pulau Jawa.

Menurut Wapres, ada beberapa penyebab Jawa Tengah menjadi titik kemacetan saat arus mudik. Apalagi semenjak kejadian Brebes Exit (Brexit) dua tahun lalu.

"Ini adalah persoalan budaya mudik di Indonesia. Kalau di Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, mudik itu dilakukan sebelum Lebaran pada umumnya. Jadi kenapa macet di Jawa Tengah, karena semua orang di wilayah Jawa mengalir melakukan mudik," tuturnya.

Budaya mudik di Jawa ternyata berbeda dengan wilayah lain. Hal ini pun membuat kemacetan di wilayah seperti Sumatera, Sulawesi tidak macet di Jawa.

"Jadi ini budaya, Sulawesi itu dia Lebaran di Jakarta, setelah itu baru pergi mudik. Sebagian Jawa Timur, Madura juga begitu. Mereka mudik saat Idul Adha bukan Idul Fitri atau satu minggu setelah Lebaran," tuturnya.

Sumber: economy.okezone.com

Untuk kategori halaman

Loading...