Ray Rangkuti: Calon Kapolri Dapat Diseleksi Secara Terbuka

09 Januari 2015 10:27

4 0

Ray Rangkuti: Calon Kapolri Dapat Diseleksi Secara Terbuka

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan Kompolnas dapat berkreasi dalam memberikan pertimbangan kepada presiden dalam pengangkatan calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Kreasi yang dapat dilakukan adalah membuat feet and propert tes calon Kapolri secara terbuka dan dapat diikuti perkembangannya oleh masyarakat umum.

"Kompolnas dapat berperan lebih aktif. Jangan sampai feet and propert tes hanya sekedar syarat-syaratan. Terbuka kepada publik dalam melakukan feet and propert tes," ujar Ray Rangkuti dalam acara konferensi pers di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Jumat (9/1/2015) siang.

Ray Rangkuti menjelaskan dalam memberikan pertimbangan kepada presiden terkait pengangkatan Kapolri, tidak ada di dalam aturan feet and propert tes calon Kapolri secara terbuka. Tetapi hal tersebut tidak ada larangan.

"Kompolnas dalam konteks ini mengundang kehadiran masyarakat untuk menilai calon Kapolri. Mungkin tidak ada peraturan feet and propert tes secara terbuka, tetapi tidak ada larangan, sekarang tinggal kreasi Kompolnas," kata Ray Rangkuti.

Kapolri Jenderal Pol Sutarman pada tahun 2015 ini akan memasuki masa pensiun. Dengan demikian dalam waktu dekat akan ada proses pemilihan calon Kapolri yang nantinya diajukan Presiden Jokowi ke DPR RI untuk selanjutnya dilantik sebagai Kapolri baru.

Saat ini bermunculan sejumlah nama para jenderal polisi bintang tiga dan dua Polri masuk dalam bursa calon Kapolri. Misalnya saja Komjen Budi Gunawan, Komjen Suhardi Alius, Komjen Badroeddin Haiti, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono. Di luar nama-nama tersebut juga beredar sejumlah nama lainnya.

Sumber: tribunnews.com

Untuk kategori halaman

Loading...