Pesawat Libya kembali ke Tripoli setelah Mesir tutup ruang udaranya

17 Februari 2015 23:57

8 0

Pesawat Libya kembali ke Tripoli setelah Mesir tutup ruang udaranya

Kairo (ANTARA News) - Satu pesawat terbang komersial dengan tujuan Istanbul terpaksa kembali ke Tripoli setelah Mesir melarang terbang di ruang udaranya, kata sumber-sumber bandar udara dan maskapai.

Belum ada komentar segera dari Mesir yang melancarkan serangan-serangan udara pada Senin atas sasaran-sasaran yang disangka menjadi sarang Negara Islam di Libya, sehari setelah kelompok itu menyiarkan satu video yang memperlihatkan pemenggalan para pengikut Kristen Koptik Mesir.

Larangan tersebut akan memaksa Libya, yang di dalam negerinya sedang berkecamuk perang saudara, ke arah isolasi lebih jauh sementara Turki merupakan salah satu dari sedikit negara yang pesawat-pesawat Libya masih boleh terbang ke sana. Maskapai-maskapai asing telah meninggalkan produsen minyak itu.

Maskapai-maskapai Libya yang terbang ke Turki perlu melintasi ruang udara Mesir untuk menghindari Siprus sementara negara Uni Eropa telah memberlakukan larangan terbang karena alasan-alasan keamanan.

Pesawat terbang Libyan Airline tinggal landas menuju Istanbul dari bandara Matiga tetapi kembali setelah Mesir memberitahu maskapai tersebut bahwa pesawat itu tidak diizinkan memasuki ruang udara Mesir, menurut maskapai dan bandara tersebut di laman mereka.

Maroko sebelumnya menyatakan telah menangguhkan semua penerbangan antara kota-kota Maroko dan Libya karena kekhawatiran keamanan.

"Penghentian sementara disebabkan oleh ketaksesuaian dari penerbangan yang berangkat dari bandara Libya dengan standar internasional" kata pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri dan Perhubungan Maroko.

Maroko juga telah memutuskan untuk menutup wilayah udaranya bagi semua pesawat Libya, tambahnya.

Maskapai-maskapai asing menghentikan penerbangan ke Libya Juli lalu ketika satu faksi yang disebut Fajar Libya menyerang satu grup lawannya yang menguasai bandar udara utama Tripoli, mengendalikan ibu kota negara itu setelah pertempuran selama beberapa bulan. Bandara itu dan sebanyak 20 pesawat rusak dalam pertempuran tersebut, kata para pejabat.

Pesawat-pesawat Turkish Airlines sempat kembali tahun lalu terbang ke Misrata, sebelah timur Tripoli. Tetapi maskapai itu menghentikan penerbangan-penerbangan bulan lalu karena serangan-serangan atas bandara tersebut, bagian dari perseteruan antara faksi-faksi bermusuhan yang telah bertempur untuk memperebutkan kekuasaan sejak Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011.

Sumber: antaranews.com

Untuk kategori halaman

Loading...