Mendag Klaim Aturan Baru Bukan untuk Hambat Ekspor Impor

09 Januari 2015 10:47

1 0

Mendag Klaim Aturan Baru Bukan untuk Hambat Ekspor Impor

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan peraturan baru ekspor impor produk migas, di mana eksportir dan importir produk migas wajib mendapatkan Surat Penerbitan Ekspor Impor (SPE/SPI) untuk bisa mengimpor/ekspor produknya.

Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel, menegaskan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru ini dikeluarkan bukan untuk menghambat proses ekspor impor (eksim) migas. Namun untuk lebih menata keluar masuknya produk migas.

"Permendag ini dibuat bukan untuk meningkatkan atau memperlambat eksim. Ini Hanya untuk menertibkan administrasi barang eksim migas. Sehingga bisa mempermudah pengawasan Kementerian Perdagangan. Nantinya akan diterapkan ke produk eksim lainnya," tutur Rachmat, saat konferensi pers, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan, mengatakan Kemendag akan menindak tegas para pelaku usaha yang tak mau mengikuti peraturan ini. "Kalau ada pelaku usaha yang tidak patuh atau ada laporan tidak benar, kita cabut izin eksimnya. Tapi sebelumnya kami beri peringatan terlebih dahulu," tegasnya.

Dia menambahkan, SPE dan SPI memiliki masa berlaku selama tiga bulan sehingga akan diperbaharui setiap triwulan sekali. Permendag baru Nomor 03/M-DAG?PER/1/2015 ini akan mulai berlaku pada April 2015. Di awal April, Kemendag akan mensosialisasikannya pada 34 perusahaan ekspor dan impor barang migas.

Sumber: ekonomi.metrotvnews.com

Untuk kategori halaman

Loading...