Februari Diperkirakan Deflasi

18 Februari 2015 1:18

3 0

Februari Diperkirakan Deflasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada Februari 2015 akan terjadi inflasi yang rendah, bahkan bisa terjadi deflasi, seperti yang sudah terjadi di Januari 2015 terjadi deflasi 0,24 persen.

"Februari diperkirakan inflasi agak rendah, bisa juga deflasi. Maret panen, suplai tinggi, jadi terbantu. Yang tinggi inflasi itu akan ada di Juli," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Tirta Segara, di Gedung Perkantoran BI, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2015.

Menurut dia, BI sempat memprediksi pada November tahun lalu inflasi akan naik, karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik dibarengi dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak. Tapi, pada kenyataannya hal itu dibantu lagi dengan harga minyak mentah dunia yang turun, sehingga memberikan dampak deflasi di Januari 2015.

"Terjadi kenaikan harga BBM di November mendorong harga kebutuhan naik, minyak berubah di akhir tahun, deflasi pun terjadi di awal tahun ini. Tapi kita akan jaga terus kondisi, agar masih bisa deflasi di Februari," ungkap dia.

Sementara itu, BI juga tetap menjaga defisit transksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang sudah turun 2,95 persen menjadi USD26,2 miliar secara year on year (YoY) di 2014.

Sentimen dari luar negeri akan masih diwaspadai BI, agar keadaan ekonomi dalam negeri lebih membaik untuk kedepannya, hal itu sesuai keinginan BI yang ingin inflasi menuju sasaran 4 persen plus minus 1 persen di 2015 maupun 2016.

"Kita masih waspada CAD tetap kita waspadai. Fed fund rate masih tetap dijaga lah. Nanti kita lihat fed fund rate, dari waktu ke waktu fed dan fomc, statment Maret April tidak akan naik dulu, kita akan cermati dari waktu ke waktu lah," tutup Tirta.

Sumber: ekonomi.metrotvnews.com

Untuk kategori halaman

Loading...