Eksportir & Importir Wajib Kantongi Surat Izin Ini

09 Januari 2015 10:29

1 0

Eksportir & Importir Wajib Kantongi Surat Izin Ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan peraturan ekspor impor (eksim) barang migas baru. Peraturan tersebut mewajibkan seluruh perusahaan eksim produk migas mengantongi Surat Penerbitan Impor (SPI) atau Surat Penerbitan Ekspor (SPE) sebelum mengekspor dan impor barang.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru Nomor 03/M-DAG/PER/1/2015 tentang ketentuan ekspor impor minyak dan gas, ada tiga ketentuan baru yang harus dipenuhi agar SPI/SPE bisa diterbitkan. Ketentuan pertama adalah seluruh pelaku usaha ekspor dan impor wajib melakukan registrasi untuk mendapatkan status importir terdaftar (IT) atau Eksportir terdaftar (ET).

"Untuk dapat IT persyaratannya adalah mengumpulkan Angka Pengenal Impor (API), Nomor Induk Kepabeanan (NIK) dan izin usaha lainnya. Sedangkan untuk ET harus mengumpulkan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP), PDB, dan NPB (Nomer Pabean Barang) dan izin lainnya," terang Direktur Import Direktorat Jendaral Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Thamrin Latuconsina, saat konferensi pers, di Kemendag, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Ketentuan kedua adalah mendapat surat rekomendasi ekspor/impor dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM. Ketentuan ketiga, importir dan eksportir wajib mendapatkan SPI dan SPE dari Kemendag setelah mengantongi IT/ET dan surat Rekomendasi eksportir dan importir dari ESDM.

"Sebelum dikeluarkan SPI/SPE, akan dilakukan verifikasi barang eksim migas oleh surveyor independen yang ditunjuk oleh kemendag," tambah dia.

Jika sudah lulus verifikasi, Thamrin menjanjikan, SPI/SPE bisa keluar dalam waktu tiga hari kerja. "Tiga hari sudah kelar dan bisa dapat SPI/SPE," tegasnya.

Sumber: ekonomi.metrotvnews.com

Untuk kategori halaman

Loading...