BI Pelemahan Rupiah Dorong Surplus Neraca Perdagangan

18 Februari 2015 0:49

3 0

BI Pelemahan Rupiah Dorong Surplus Neraca Perdagangan

VIVA.co.id - Bank Indonesia mengatakan, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada kuartal IV tahun lalu sebesar 3,9 persen dibanding kuartal sebelumnya menjadi pemicu penurunan neraca defisit transaksi berjalan.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, pelemahan rupiah telah terbukti mampu mendorong surplus neraca perdagangan yang pada akhirnya memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan.

"Realisasi ekspor manufaktur di BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan kenaikan. Banyak teman-teman bilang pelemahan rupiah tidak meningkatkan ekspor," ujarnya, di gedung Bank Indonesia Jakarta, Selasa 17 Februari 2015.

Padahal, kata Mirza, jika mengacu pada peningkatan ekspor manufaktur, maka terbukti bahwa pelemahan rupiah mampu meningkatkan ekspor. Namun demikian, Mirza menjelaskan, BI akan tetap mengawal stabilitas rupiah agar sejalan dengan fundamental ekonomi.

Selain itu, dia menyebutkan, pelemahan rupiah juga dipengaruhi penguatan dolar yang merespons perbaikan ekonomi AS.

"Dolar itu menguat terhadap sebagian besar mata uang negara-negara lain. Dengan euro saja dolar menguat," tutur Mirza.

Mirza mengungkapkan, negara yang memiliki defisit transaksi berjalan membutuhkan mata uang yang bisa meningkatkan ekspor. "Rupiah melemah, neraca perdagangan kita terbukti meningkat," ujarnya.

Menurut Mirza, sejauh ini sebagian besar negara berupaya meningkatkan ekspor melalui kebijakan pelemahan mata uang. "Makanya, Amerika komplain, kenapa negara-negara lain melemahkan mata uang," tuturnya.

Seperti diketahui, defisit transaksi berjalan pada kuartal IV tahun lalu sebesar US$6,2 miliar (2,8 persen dari produk domestik bruto).

Sumber: bisnis.news.viva.co.id

Untuk kategori halaman

Loading...