BI: Cadangan Devisa Naik Bukan karena BI Lemah Jaga Rupiah

09 Januari 2015 10:23

1 0

BI: Cadangan Devisa Naik Bukan karena BI Lemah Jaga Rupiah

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan cadangan devisa mencapai USD800 juta menjadi USD111,9 miliar di akhir 2014. Kenaikan ini bukan lemahnya intervensi BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, melainkan ada limpahan valas dan swap dari perbankan.

"Kenaikan cadangan devisa bukan kita lemah dalam menjaga stabilitas nilai tukar, tapi ada peningkatan valas dan swap dari perbankan di akhir 2014," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, ketika ditemui di Komplek Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Agus menjelaskan, peningkatan simpanan valas dan swap lebih banyak dikarenakan perbankan sudah lama tidak membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sehingga sama sekali tidak ada hubungannya dengan intervensi stabilitas rupiah.

"BI terus jaga stabilitas rupiah, secara jumlah (intervensi) ada peningkatan akumulasinya, dibandingkan posisi cadangan devisa sebelumnya," ungkap Agus.

Sekadar diketahui, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menjelaskan, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2014 tercatat sebesar USD111,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir November 2014 sebesar USD111,1 miliar.

Menurut dia, peningkatan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa hasil ekspor migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Kemudian, penerimaan pemerintah lainnya dalam valuta asing yang melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Di samping itu, simpanan valuta asing dan swap bank-bank dengan Bank Indonesia juga meningkat menjelang akhir 2014. Untuk keseluruhan 2014, posisi cadangan devisa meningkat USD12,5 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar USD99,4 miliar," kata Tirta.

Sumber: ekonomi.metrotvnews.com

Untuk kategori halaman

Loading...