Receive up-to-the-minute news updates on the hottest topics with NewsHub. Install now.

Jelang Lebaran, Impor Pakaian Meroket 64%

15 Mei 2018 6:34
24 0
Jelang Lebaran, Impor Pakaian Meroket 64%

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor pakaian jadi bukan rajutan meningkat 64,3% pada April 2018. Hal ini sebagai persiapan untuk mencukupi kebutuhan pakaian jadi menjelang Lebaran 2018.

"Pakaian jadi bukan rajutan hadapi Lebaran memang alami kenaikan sebesar 64,3%. Pada April 2017 pakaian jadi bukan rajutan USD22 juta, April ini USD36,3 juta ada peningkatan USD14,2 juta," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Selain pakaian, impor barang konsumsi pada April 2018 juga mengalami kenaikan 25,85%. Adapun barang impor yang meningkat signifikan yakni bawang putih (garlic) sebesar USD61,5 juta yang didatangkan dari Tiongkok.

"Beras impor masih lanjutan nilai USD59,4 juta asal Thailand dan daging beku USD42,1 juta dari Australia, buah pir itu USD26,3 juta dari Tiongkok dan Apel USD36,1 juta dari Tiongkok dan AS," ujarnya.

Kecuk mengatakan, secara keseluruhan nilai impor April 2018 naik di luar ekspektasi sebesar USD16,09 miliar atau naik 11,28% bila dibandingkan Maret 2018 dan 34,6% dibandingkan periode yang sama di 2017.

"Apa yang terjadi? kenaikan impor tinggi ini terjadi karena kenaikan impor di migas maupun non migas. Jadi migas nilai minyak mentah turun, hasil minyak naik dan nilai gas naik. Sementara impor non migas naik 12,98%," tuturnya.

Sumber: economy.okezone.com

Berbagi di jaringan sosial:

Komentar - 0